MELODI FASILITATOR_Narasi_Ishaq Iskandar

Berawal dari sebuah silaturahmi, menjadi sebuah obrolan yang penuh arti. Obrolan itu menjadi sangat akrab ketika dibawa dengan nuansa santai dan ringan. Berkisar bulan September-Oktober 2012 kami datang membawa kabar Gera Shiaga. Adalah SDN Cinunuk 5 tempat kami berkunjung. Rupanya perempuan yang kami ajak ngobrol itu adalah kepala sekolahnya.

Beberapa kali mengunjungi sekolah ini membawa kesan tersendiri. Pertama kali berkunjung, lumayan perlu ekstra kesabaran, karena kami datang lebih awal dari kepala sekolahnya. Beberapa jam harus menunggu. Kabar punya kabar bahwa kepala sekolah ada agenda lain. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, jeda waktu menunggu itu kami manfaatkan untuk berbincang-bincang dengan guru-guru, anak-anak, orang tua dan pedagang di sekitar sekolah. Wow  lumayan dapat informasi dan input yang banyak.

Akhirnya yang di tunggu datang juga. Inilah kepala SDN Cinunuk 5. Dengan penuh percaya diri saya  menyampaikan ttng program Gera Shiaga di tambah informasi lomba yang akan dilaksanakan. Rupanya gayungpun bersambut. Tak berelang berpa lama dari pertemuan itu. Kami langsung sosialisasi Gera Shiaga untuk anak-anak tercinta. Mencoba menerapkan Gra Shiaga dengan dunia mereka. Senang, bahagia dan seru itu kesan pertama bertemu anaka-anak SDN Cinunuk 5. Meraka begitu antusias. Kami belajar bersama, bernyanyi bersama bahkan difoto bersama.

Ada panggilan jiwa untuk mejadi bagian dalam mendorong mereka meraih apa yang dicita-citakannya. Semoga ikhtiar kecil ini menjadi stimulus buat mereka untuk maju.

Ku tatap wajah-wajah polos, jiwa dan hati-hati yang bersih dengan sudut dan tatapan mata yang jernih.

Dari sudut mata mereka  terpancar ada banyak harapan.

Dari sudut mata mereka terpancar sebuah harapan untuk maju.

Dari sudut mata mereka terpancar sebuah keinginan untuk bahagia.

Dari sudut mata mereka terlihat masih banyak ruang yang kosong

Dari sudut mata mereka terpendam begitu banyak potensi.

Mereka bak sebuah lembaran kertas putih yang siap utuk ditulisi.

            Semangat mereka untuk pergi kesekolah…Semangat mereka untuk pergi belajar dengan jarak yang lumayan jauh, tidak membuat mereka mengeluh. Berjalan kaki dengan jarak berkisar 2 km, telah menginspirasi kita semua. Terik matahari atau kadang guyuran hujan, cuaca yang kurang bersahabat telah menjadi pengiring langkah mereka.

            Terinspirasi oleh anak-anak untuk tetap bersemangat dan tak harus mengeluh ketika kendala menerpa kita. Ketika kami mengalami kendala teknis dalam mensosilaisasikan Gera Shiaga. Habis bensin di tengah jalan, lepas rantai, masalh inilah masalah itulah dan “Pesona Indah” lainnya. Semua sirna ketika teringat perjuangan anak-anak untuk tetap pulang dan pergi sekolah dengan berbagai kondisinya.

            Pengalaman lucu lainnya, ketika harus membimbing anak-anak yang mau ikut lomba foto. Media yang di gunakan Hand Phone yag kami bawa. Ada diantara mereka yang masih belum terbiasa, sepertinya menganggap HP adalah mahluk yang aneh. Tapi akhirnya sangat senang, ternyata siswa yang kami fasilitasi dua diantaranya menjadi juara lomba foto essay.

Dan masih banyak cerita lainnya yang mungkin tidak saya sampaikan semua.

            Akhirnya kami berharap, melalui pintu penerapan Gera Shiaga disekolah/madrasah. Mampu memenuhi hak-hak anak. Kami berharap anak-anak bisa menemukan dirinya sendiri. Kami berharap anak-anak bisa nyaman dan aman ketika berada di sekolah.Walau butuh kerja ekstra untuk mewujudkannya, terlebih sekolah yang kami datangi masih sangat jauh dari kategori sekolah aman, sehat dan hijau.

Insya Allah dengan kerja sama ini bisa memudahkan dan memuluskan penerapan program Gera Shiaga.

“Warisilah mereka dengan ilmu, biarkan mereka mencari dengan ilmunya” .

            Terakhir kami ingin mengucapkan terima ksih kepada anak-anak SDN Cinunuk 5, Kepal Sekolah, Guru, Sahabat-Sahabat Kerlip dan juga Ibu Yanti yang sudah berbagi dan belajar bersama..

Terimakasih Ya Allah..Terima Kasih Semua..

 

Kaki Bukit Manglayang, 5 Desember 2012

Ishaq Iskandar.