Penerapan GERA SHIAGA di SMAN 8 mulai dengan pembentukan Zero Waste Event Club’s Arlian dkk

Jam menunjukkan angka 14.20 saat motor ojek yang membawaku dari MAN 1 Kota Bandung tiba di SMAN 8 Bandung. Anak-anak terlihat riang keluar sekolah. Aku sempat berpapasan dengan beberapa anak yang diajak Sabiq, waketos SMAN 8 sebelum duduk menunggu Firman yang katanya masih ada kegiatan didalam kelas. Batere cadangan BB ku makin menipis. Aku pun baru sadar jika sms untuk Arlian adalah sisa pulsa terakhir.

Sungguh tak diduga, rupanya Arlian dan Firman saling mendukung untuk mewujudkan sekolah IDAMAN mereka yang aman, sehat, hijau, inklusi dan ramah anak dengan dukungan keluarga. Namun, keduanya masih bingung dengan saran Pak Latif untuk menjadikan kegiatan mereka bersama Sindy, Zahra, Mutiara dan siapa ya 1 lagi…sebagai kegiatan ekstrakurikuler.

Kami putuskan untuk mengobrol di kantin. Aku tawarkan minuman kemasan untuk Arlian. Ternyata ia masih konsisten tidak minum  air dalam kemasan. Zahra dan Tiara membeli es pisang hijau. Sindy membuka bekal makanan di rumah setelah meminta ijin makan sambil mengobrol bersama.

Rupanya Firman sunguh-sungguh ingin memfasilitasi adik-adik kelasnya untuk bersama-sama menggiatkan Gerakan Siswa Bersatu. Aku sempat menunjukkan file presentasi  Model-Model Implementasi Sekolah Aman terintegrasi dengan Model-model Sekolah Ramah Anak yang sudah berkembang di Indonesia. Itupun setelah mendengar harapan Firman dan kawan-kawannya yang tidak ingin GSB ini hanya bersifat charity belaka. Luar biasa ya! Setelah cukup alot mencari dan menemukan solusi bersama, akhirnya Arlian setuju untuk melembagakan Zero Waste Event Club sebagai kelompok ekstrakurikuler pilihan mereka dan kelompok inilah yang akan menginisiasi Gerakan Siswa Bersatu dalam koordinasi Wakil Ketua OSIS. Harapan kami, GSB SMAN 8 ini akan menjadi gerakan anak-anak yang anti kekerasan, cinta damai, senang tumbuhkan budaya aman, dan terbiasa membangun sekolah yang aman, sehat, hijau, inklusi dan ramah anak dengan dukungan keluarga (GERA SHIAGA).

Arlian siap mempresentasikan tentang Zero Waste Event Club hari Selasa tanggal 1 Oktober 2013 di hadapan Pak Latief dan teman-teman sekelompoknya. Firman dan kawan-kawannya juga siap untuk menggelar diskusi tentang peran serta anak dalam penerapan GERA SHIAGA di sekolah/madrasah yang akan mengundang wakil-wakil ketua OSIS dari SMP-SMP di Kota Bandung. Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober untuk mengantisipasi kemungkinan mereka tidak dapat melaksanakan simulasi evakuasi gempa serentak pada tanggal 9 Oktober 2013. Anak-anak hebat ya! Mereka berkomitmen penuh untuk membangun kebiasaan aman dari kekerasan, bullying, pelecehan, bencana, sehat, hijau, inklusi dan ramah anak dengan menyediakan piala bergilir dwimungguan. Firman menyarankan piala bergilir tersebut diserahkan setiap kali upacara bendera.

Kita tunggu ya tanggal mainnya.

Workshop Penerapan GERA SHIAGA di SMAN 1 Kota Bandung

Pak Audi dan Bu Yatin sedang bersiap memenuhi undangan Dinas Pendidikan Kota Bandung saat aku tiba di SMAN 1 Bandung. Mereka berdua meminta maaf karena tidak dapat menemaniku untuk memulai Workshop Pendidikan PRB yang diikuti oleh perwakilan anak-anak dari semua kelas. Bu Intan yang ditugaskan kepala SMAN 1 Bandung menemaniku menemui Bapak Kepala SMAN 1 Bandung.

Pak Cucu terlihat berdiri didepan  ruang terbuka favoritnya. Beliau memperkenalkan Pak Zulkarnain, kepala SMK Rehoboth yang juga Sekjen AKSI. Wah rupanya disinilah kantor AKSI setelah pak Cucu terpilih menjadi Ketua. Aku langsung menawarkan kerjasama dengan Seknas Sekolah Aman untuk merintis pelembagaan ASMA SHIAGA mengawal penerapan sekolah madrasah aman, sehat, hijau, inklusi dan ramah anak dengan dukungan keluarga bersama KerLiP. Pak Cucu menyambut antusias untuk bekerjasama menggalang sumber daya pendukung inisiatif tersebut.

Pak Audi yang antusias

Sejak dikenalkan pertama kali sampai saat ini, antusiasme Pak Audi, pembina OSIS SMAN 1 Bandung turut memperkuat semangat kami untuk memulai penerapan GERA SHIAGA di SMAN 1 Bandung. Pak Audi akhirnya diminta Pak Kepala SMAN 1 Bandung mendampingi anak-anak untuk mengikuti Workshop Pendidikan PRB yang dilaksanakan di aula SMAN 1 Bandung.

Agak canggung awalnya, karena kulihat anak-anak kelelahan dan kepanasan. Aku berusaha untuk mengajak anak-anak berpartisipasi dalam setiap tahap kegiatan. Seperti bisa acara kumulai dengan menggali kata-kata dari peserta workshop ketika mendengar kata bencana. Kata hidup mati yang aku dengar dari seorang anak di barisan belakang menjadi awal pendefinisian Pengurangan Risiko Bencana secara partisipatif. Aku minta anak-anak untuk menyiapkan tanda khusus  jika mereka kelelahan mendengarkan uraianku. Kata-kata kehilangan nyawa, harta benda, kerusakan mental, rumah, sekolah, transportasi mendorongku untuk memfasilitasi  anak-anak mengenal aset-aset penting dalam kehidupan. Kami mengelompokkannya kedalam kata : Manusia, finansial, infrastruktur, alam, sosial budaya dan kebijakan.

Pemahaman mereka mulai diperluas dengan istilah-istilah terkait PRB dengan menggali pengalaman belajar dari anak-anak  yang pernah naik pesawat berkali-kali. Istilah-istilah evacuate-evacuate, emergency exit, safety belt, pelampung pun mulai dikenalkan. Rupanya SMAN 1 Bandung menerapkan inklusi. Anak-anak menyampaikan bahwa ada anak yang menggunakan sepatu roda dan tuna netra yang belajar bersama disini. Kesempatan bagi kami untuk belajar bersama tentang inklusi dalam penerapan GERA SHIAGA di SMAN 1 Bandung

Persiapan peringatan Bulan PRB sedunia

Meskipun terkesan kelelahan, aku  bangga dan bahagia mendengar anak-anak antusias rumusan pengurangan risiko bencana dihubungkan dengan kata-kata kunci, kapasitas, kerentanan dan ancaman. Kami sepakat menyatakan bahwa pengurangan risiko bencana adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi kerentanan terhadap ancaman bahaya. Gina salah satu peserta didik, membacakan tentang Skala Richter dari modul Gempa Bumi yang kubawa untuk materi pelengkap saat anak-anak membicarakan patahan Lembang.

Pertemuan perdana dengan perwakilan setiap kelas ditambah OSIS ini  hanya dapat dilaksanakan 1 jam karena anak-anak harus mengikuti les pada jam 14.30. Aku, Bu Intan dan Pak Audi meneruskan diskusi kami dengan membahas proses pembelajaran singkat tersebut. Kami sepakat untuk memulai Pendidikan PRB di SMAN 1 Bandung mulai dengan membuat skenario sosiodrama menghadapi gempa yang dulu disusun anak-anak PMR Jakarta Timur bersama PPLHB KerLiP dengan melibatkan anak-anak dari ekstrakurikuler teater.

Uniknya SMAN 1 Bandung

Menyenangkan bisa mengenal kebiasaan unik di SMAN 1 Bandung. Pak Cucu dan guru-guru SMAN 1 Bandung menjadikan hari Selasa sebagai hari nyanyi bersama. Kehadiran ketua dan pengurus Komite SMAN 1 Bandung menambah semarak suasana sore ini. Apalagi ada banyak bakat terpendam dari guru-guru SMAN 1 Bandung. Aku pun ikut larut menyanyikan lagu-lagu lama bersama ibu-ibu guru bersuara merdu diiringi pemain electone sambil mencari kesempatan untuk menyampaikan maksud kegiatanku di SMAN 1 Bandung.

Komite SMAN 1 Bandung yang juga lulusan ITB, menyambut antusias rencana simulasi evakuasi yang dirangkai dengan kegiatan-kegiatan Aman SHIAGA pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2013. Beliau menyarankan untuk menjadikan event tersebut sebagai upaya untuk menjalankan pendidikan PRB secara berkelanjutan dan memastikan orangtua/wali siswa terlibat dalam peningkatan mutu pendidikan di SMAN 1 Bandung. Kami pun akhirnya  sepakat untuk menyiapkan acara simulasi evakuasi bersama Walikota Bandung dengan 3 agenda utama:

1. Simulasi rencana evakuasi terintegrasi dengan melibatkan dukungan keluarga sebagai awal untuk penerapan Sekolah Ramah Anak di SMAN 1 Bandung

2. Konferensi pers tentang Rencana Pendidikan PRB di SMAN 1 Bandung

3. Komitmen untuk mengintegrasikan GERA SHIAGA kedalam kebijakan sekolah dalam jangka panjang.

Alhamdulillah,….

Pelatihan Penerapan GERA SHIAGA di MAN 1 Kota Bandung

Kebiasaan lama menyiapkan bahan-bahan penting beberapa saat sebelum berangkat seharusnya sudah bisa dikurangi. Namun karena padatnya agenda kegiatan harian, kesulitan mentransfer informasi-ke staf kantor dan penataan pengetahuan yang tak kunjung usai membuat pagi ini seperti pagi-pagi lainnya. Aku masih mencetak form kesiapsiagaan, rincian pekerjaan setiap regu dari Satgas PB yang diadopsi langsung dari buku IDEP, serta bahan presentasi GERA SHIAGA yang dikembangkan dari bahan presentasi GSB MSA yang disampaikan di Lampung Timur. Bicara tentang Lampung Timur, Inka Prilly dkk selalu membuatku terkagum-kagum. Bayangkan saja, hanya dengan 3 kali pertemuan, dia dan teman sebayanya melembagakan pokja Gerakan Siaga Bencana di Forum Anak Ddi Lampung Timur. Kabar terbaru, Pokja GSB ini sudah berhasil roadshow ke seluruh Lampung Timur dan mengadvokasi alokasi anggaran untuk mengurangi kerentanan anak-anak di desa mereka dari dana APBD Kabupaten Lampung Timur. Saat ini Inka dkk mulai menyebarkan praktik-praktik baik mereka ke Lampung Selatan. Alhamdulillah. Anak-anak ini beruntung memiliki pendamping-pendamping yang setia menemani mereka tumbuh kembang mandiri. Keinginan para pendamping tersebut untuk mendapatkan pelatihan sebagai fasiliitator akhirnya mereka peroleh dengan cara yang menarik. Bu Yayah dari SD pemenang adiwiyata mandiri di Bogor yang kami kenal saat menyusun Pedoman Pendidikan Ramah Anak di Puncak tahun 2011 lalu menjadi narasumber tetap mereka.

Keberhasilan pengarusutamaan prinsip-prinsip hak anak seperti yang terbukti di lampung Timur, menginspirasi kami untuk menyebarluaskan GERA SHIAGA di sekolah/madrasah yang dapat kami jangkau. Pak Tajudin yang menjadi peserta pelatihan fasilitator GERA SHIAGA yang dilaksanakan Green Smile Inc. tahun lalu dengan dukungan dana dari PT SMI tetap setia mengawal rintisan Gerakan Siaga Bencana di MAN 1 Kota Bandung.

Salah kirim sms

Tepat pukul 9 wib, aku tiba di depan ruang PPSB MAN 1 Kota Bandung. Pintunya masih digembok. “Dimana ruang Pak Tajudin ya?” aku bertanya pada seseorang saat di kejauhan kulihat Iwang ditemani Pak Yadi melintas. Segera kususul. Ternyata keduanya sudah tiba di hadapan Pak Tajudin yang sedang mengajar di kelas depan kantin. wah, rupanya aku salah kirim sms ke Kepala MAN 1 Kota Bandung. Sms yang aku buat untuk SMAN 1 Bandung juga terkirim kepada Pak Awal. Pak Tajudin meneruskan instruksi beliau untuk menyiapkan anak-anak ekskul dan pembina mereka, guru BP serta guru PLH hadir siang nanti. Syukurlah Wakil kepala MAn 1 Kota Bandung ini memang sigap. Akhirnya pelatihan GERA SHIAGA hari ini bisa kami mulai pada pukul 10.00 wib.

Anak-anak kelas 10 B dan G, MPK, GARIS, OSIS, KOGAT, dst ditemani seluruh guru PLH, Wakaman Kesiswaan, pak Yadi dan Pak Tajudin. Pelatihan dimulai dengan pembukaan oleh Pak Nandang, Naufal dan temannya memimpin kami untuk menyanyikan lagu evakuasi gempa bersama-sama. Bahan-bahan penyusunan rencana kontingensi kami serahkan kepada Bu Lisa.

Hasil Pelatihan

Alhamdulillah, meskipun cukup singkat, kami berhasil menetapkan:
1. Lembaga-lembaga yang mengisi 13 regu dalam Satgas PB MAN 1 Kota Bandung sesuai dengan kapasitas masing-masing
2. Dampak dalam skenario dalam Rencana Kontingensi yang akan disimulasikan adalah yang masih mungkin ditangani oleh Satgas PB MAN 1 Kota Bandung.
3. Pembagian tugas untuk menyiapkan simulasi pada Hari PRB se-dunia
a. KerLiP siap memfasilitasi persiapan dan penjangkauan kepada walikota Bandung
b. Guru PLH siap mensosialisasikan Pendidikan PRB ke semua peserta didik
c. MAN 1 Kota Bandung siap untuk melaksanakan simulasi
d. Evaluasi Diri Sekolah Aman Madrasah Aman SHIAGA akan dilaksanakan secara mandiri oleh Satgas PB
e. Rencana Kontingensi lengkap dengan SOP dan skenarionya akan dituntaskan sampai akhir September 2013.

Segera setelah penutupan oleh Pak Tajudin, Pak Yana guru TIK berkenan mengantarku sampai ke SMAN 1 Bandung.

YES for Safer School/Madrasaa Festivals

YES for Safer School/Madrasaa Festivals.
Yuk Daftarkan sekolah mu untuk ikut melakasanakan SESSAMA (Satu jam Simulasi Evakuasi Serentak untuk Sekolah Aman dan Madrasah Aman).
Berikut langkah mudahnya :

1. Kamu email data sekolah/ madrasah kamu ke gembirabersamakerlip@gmail.com, ceritakan tentang kapasitas dan kerentanan sekolah/madrasah kamu terhadap ancaman gempabumi.
2. Kamu susun rencana evakuasi bersama teman-temanmu dari berbagai ekskul dan komunitas lainnya lengkap dengan prosedur tetap (protap).
3. Ini yang asyik, kalau protap nya sudah ada, kamu presentasikan langsung di hadapan guru, kepala dan warga sekolah/madrasah, minta dukungan mereka untuk membentuk satuan tugas penanggulangan bencana dan menyiapkan simulasi setiap Hari PRB sedunia.
4. Lebih keren lagi jika kamu bisa tampilkan gambar /foto tahapan kegiatan kamu dan menempelkannya di mading sekolah/madrasah.
5. Ingat ya… yang perlu kamu sampaikan dan kamu ajak adalah semua orang untuk memastikan mereka mengenal jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman di sekolah/madrasah kamu.
6. Nah hari “H” nya tiba, kamu dan teman-temanmu melakukan Simulasi Evakuasi Gempabumi pada jam 09:00 hari Rabu 9 Oktober 2013 di sekolah/madrasah kamu.
7. Ayo gunakan kamera/video/HP kamu untuk merekam semua kegiatan tersebut.
8. Kumpulkan juga foto/rekaman persiapan kegiatan sampai simulasi selesai. Lalu buat video atau slideshow YES for Safer School/Madrasah.
9. Nah jadi kan? Jangan lupa kamu upload ya ke internet! Kamu bisa simpan di Youtube, FB, atau situs sekolah/madrasah kamu
10. Asyik juga kalau pengalaman kamu menyiapkan dan melaksanakan YES for Safer School/Madrasah ini kamu jadikan cerpen.
11. Dan yang terakhir share link dan cerpen asyik kamu ke email kami sebelum tanggal 30 Oktober 2013. Ada doorprize seru buat kamu yang mengirim pada tanggal 10 Oktober 2013

01 Booklet YES for Safer School_Madrasah CTK

Narasi Kampanye World Humanitarian Day 2013 CFD Buah Batu_Sindy Irenewaty_SMAN 8 Bandung

Minggu, 8 September 2013
Kampanye World Humanitarian Day 2013
CFD Buah Batu

Hari ini sindy dan anak anak SMAN 8 ngadain acara di CFD Buah Batu. Hari ini tuh kita ngajakin orang-orang di sana buat bantu proyek kita, yaitu nulis sebanyak banyaknya #theworldneedsmore #….. di kertas, kertasnya juga di hias, jadi gacuman nulis itu doang, dan kertasnya di tempel di papan yang udah the fitri sediain.
Awalnya sih kita udah mulai pupus harapan, soalnya yang dateng cuman cewenya aja, sindy juga dateng telat, tapi ga setelat anak cowonya. Akhirnya sih kumpul juga 10 orang, 5 cewe, 5 cowo plus teh fitri. Kita semua punya tugas dan barang yang harus dibawa, Sindy sih bawa kertas bekas sama spidol, ada yang bawa double tip, ada yang bawa gunting, dan ada yang bawa tiker sama papan buat nempelin kertas kertasnya.
Disana ada yang tugasnya ngajakin anak anak, ada yang bagiin hadiah, ada yang nempelin kertasnya di papan, ada yang jaga stan kita buat ngajak anak anak ngehias kertasnya, dan ada yang foto dan video kegiatan kita. Setelah kegiatan selesai, luamayan juga hasilnya, 2 papan yang dibawa the fitri penuh ditempelin sama kertas kertasnya. Cuman memang banyak jawaban yang sama karena kebanyakan yang ngisi anak kecil dan mereka cuman ikut ikutan contoh yang dikasih.
Walaupun cfd buah batu ga terlalu ramai, cuman cukup banyak kok yang ikutan kampanye kita hari ini. Hari ini berkesan banget, semoga kampanye berikutnya lebih berkesan lagiiii!

NARASI KAMPANYE WHD 2013 di CFD BUBAT_Yasa Putri Salsabila_SMAN 8 bandung

Minggu,8 September 2013
Kampanye World Humanitarian Day 2013
CFD Buah Batu

Hari ini hari pertama yasa gabung sama temen-temen komunitas lingkungan buat bantu kampanye yang bertema World Humanitarian Day 2013 di CFD Buah Batu , kegiatannya seru banget, disana bisa banyak belajar buat berani ngomong sama orang yang ga dikenal, belajar caranya ngebujuk seseorang buat bisa berpartisipasi sama kegiatan yang kita selenggarain, acaranya juga bertujuan baik dan bernabfaat sangat besar buat orang lain yang membutuhkan padahal kegiatannya ga ribet dan siapa aja bisa berpartisipasi, orang-orang anggota komunitas ini juga seru-seru karna mayoritas satu kelas dan kaka kelasnya juga baik-baik, termasuk pembimbingnya teh fitri, walaupun CFD buah batu ga seramai CFD Dago tapi Alhamdulillah tulisan yang dibutuhin buat hari itu cukup banyak, orang-orang yang berpartisipasi juga banyak yang memang inisiatif untuk berpartisipasi tanpa kita bujuk. Pokoknya acara hari ini berkesan dan bermanfaat banget.
8 September 2013
Yasa Putri Salsabilla

NARASI KAMPANYE WHD 2013 di CFD BUBAT_Arlian Puri_SMAN 8 bandung

Minggu,8 September 2013
Kampanye World Humanitarian Day 2013
CFD Buah Batu

Hari ini arlian bersyukur banget soalnya temen-temen SMAN 8 Bandung ada 10 orang yang hadir,5 orang cewek dan 5 orang cowok. Arlian ngucapin terima kasih banget ke semuanya karena udah nyempetin waktunya buat ikutan kampanye terutama Ijah sama Yasa yang udah datang dari jam 6 lebih dikit, maaf membuat kalian menunggu.terus makasih juga buat Sindy yang udah ngajakin Ijah, Yasa, sama Acha buat ikutan, minggu depan ajakin semua anak X MIA 6 yaaa…Terus juga makasih buat yang lainnya juga, ada yang bawa spidol, dobeltip, dan lain-lain. Hari ini kita udah bantu temen-temen kita yang membutuhkan..walaupun ga secara langsung. Arlian kagum banget walaupun CFD Bubat ga seramai CFD Dago dan dengan persiapan yang mendadak banget tapi kalian tetep semangat ngajakin orang buat nulis kata pilihannya…Oh iya makasih juga buat teh fitri yang udah ngebimbing kita….pokoknya hari ini sangat menyenangkan, minggu depan pokoknya harus lebih ramai dan makin banyak yang ikutan ya….Makasih bantuannya ya semuanya…hari ini bakal berkesan banget buat arlian.

8 September 2013
Arlian Puri Anggraeni