Pertemuan dengan Danish Energy Management

Tidak seperti biasanya, kali ini rasanya lelah sekali setiba di rumah. namun tak menghalangiku untuk menyampaikan kabar GeMBIRA kepada Iwang, staf KerLiP yang setia menemani putri kecilku di rumah.
Pertama kutunjukkan buku Go Green School yang diterbitkan KEHATI-CCFI hasil program pendampingan bersama multipihak yang kini menjadi sekolah adiwiyata. Kedua buku foto essay yang diterbitkan Bappenas tentang Mewujudkan Lingkungan yang lebih Aman, Sehat, Hijau di SMPN 11 Bandung sebagai bagian dari kegiatan KerLiP di Orde 3 DAS Citarum tepatnya di Citepus. Ketiga buku yang diterbitkan oleh BEC TF WB tentang Sekolah Aman Belajar Nyaman hasil belajar bersama sekolah penerima DAK Pendidikan untuk rehabilitasi yang didampingi Seknas Sekolah Aman dan mitra pasca penerbitan Perka no 4/2012 tentang Pedoman penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari bencana. Lalu keempat booklet YES for School. 

Keempat buku tersebut membantu menunjukkan praktik-praktik baik terkait Sekolah Menengah Aman Hemat Energi yang diperlukan saat Fitry mempresentasikan pilihan kegiatan CSR yang mungkin dilaksanakan Danish Energy Management dengan KerLiP di waktu yad. 

Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan atas undangan Made dan Susi, sahabat ITB88 yang kini mengajar di Universitas Bakri Jakarta melengkapi materi sosialisasi KerLiP. Sungguh kehormatan bagi kami menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berbagai kegiatan yang dapat menjadi LIBRA (Lembar Inspirasi Bagi Ragam Anak). 

Gerak cepat Satgas PRB SMAK Rehoboth Bandung

Sungguh menakjubkan menyaksikan simulasi drill evakuasi gempa yang dilaksanakan Satgas PRB SMAK Rehoboth, rumah prestasi bagi anak-anak juara ini memang luar biasa. Kepemimpinan Pak Zul sebagai Kepala Sekolah SMAK Rehoboth dengan dukungan Ibu Dokter Christina, Ketua yayasan Rehoboth sangat bermakna dalam memelihara semangat prestasi, solidaritas dan kepedulian peserta didik dan guru-guru di sekolah tersebut. Tidak hanya di SMA nya, sekolah berbasis keagamaan ini juga berhasil menunjukkan kebersamaan nan indah antara TK-SD-SMP-SMA dalam simulasi drill evakuasi gempabumi pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2013.

Acara dipandu oleh ibu Susan, salah satu guru SMA Kristen Rehoboth. Skenario simulasi yang disusun oleh Astri, peserta didik kelas XI dituturkan oleh Bu Sinta, guru pembimbing. Sekelompok anak berseragam sekolah sedang memainkan alat musik dari benda-benda daur ulang menyemarakkan suasana belajar yang sedang dilaksanakan oleh Pak Panjaitan dengan Satgas PRB yang dipimpinnya ketika sirine tanda gempa bumi dibunyikan. Dituturkan bahwa saat ini ada sekitar 400 anak yang sedang belajar di kampus Rehoboth. Satgas PRB terlihat sigap berbagi tugas untuk mendampingi 400 anak TK-SD-SMP-SMA antri ke lapangan terbuka didepan kantin yang sudah diberi tanda area aman. 

Ada 4 anak SMP yang terluka dengan berbagai kategori luka fisik dan 1 anak yang terkunci di kamar mandi. Mereka mendapatkan pertolongan pertama dari tim PPGD yang berasal dari Pramuka dan PMR di SMAK Rehoboth.  Tim lainnya menyiapkan matras untuk tidur di lapangan setelah memastikan ring basket dan atap bangunan dekat lokasi tersebut aman untuk dijadikan tempat pengobatan daruiat.

Bu Susan dan Pak Zul mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu evakuasi gempa berkali-kali :

Kalau ada gempa lindungi kepala

Kalau ada gempa jauhilah kaca

Kalau ada gempa bersiaplah antri

Berbaris keluar kumpul di Lapangan

Anak-anak diingatkan oleh bu Frida dan satgas PRB lainnya untuk menggunakan tas menutupi kepala dan berbaris antri 30-30.Tim logistik bersiap membawa air minum dan snack untuk dibagikan di zona aman. Tim lainnya memastikan ruang berteduh sudah aman untuk ditempati. semua peserta simulasi dengan tertib menempati zona aman yang teduh didepan panggung. Pak Panjaitan kemudian melaporkan skenario korban dan PPGD yang dilakukan timnya kepada Kepala Sekolah. 

Simulasi berlangsung selama 30 menit dengan tertib dan lancar.

Kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada Satgas PRB, saya pergunakan untuk memperdengarkan suara anak terlebih dahulu, mulai dari peserta didik perempuan dan laki-laki yang menjadi korban dalam skenario tersebut. Keduanya bergantian menjelaskan tentang penyelamatan yang dilakukan Satgas PRB dan PPGD di lapangan. Giliran saya untuk memberikan apresiasi dengan mengajak semua peserta didik terlebit, mulai dengan menyanyikan ulang lagu evakuasi gempa tersebut dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap Pak Zul dan Bu Christina, Pak Panjaitan serta seluruh guru dan peserta didik terutama yang tergabung dalam Satgas PRB SMA Kristen Rehoboth. Saya ingatkan pula untuk menularkan proses belajar ini kepada SMP, SD, keluarga, masyarakat sekitar agar kesiapsiagaan dari bencana tumbuh menjadi budaya mulai dari Rumah Prestasi ini. Anak-anak sangat antusias ketika disampaikan kemungkinan untuk mendapatkan sertifikat Duta Anak untuk Sekolah Aman SHIAGA dan diajukan menjadi kandidat penerima BNPB award 2014 yad. 

Apresiasi berikutnya disampaikan oleh Pak Lurah, Ibu Christina, dan kepala Sekolah. Pak Lurah mengajak sekolah Rehoboth untuk turun tangan dalam gerakan sejuta biopori dan langsung disambut oleh Pak Zul dengan informasi yang membanggakan. Sekolah Rehoboth sudah membuat puluhan sumur resapan dan siap membuat 200 lubang biopori di kelurahan Balong Gede. Sekretaris kelurahan Balong Gede dan Kasie Trantib Kecamatan Regol mengajak kami untuk bekerjasama dalam menyebarluaskan praktik-praktik baik ini di sekolah-sekolah sekitar. Kami  melanjutkan kegiatan dengan evaluasi bersama dan rencana tindak lanjut untuk memperkuat pendidikan PRB di Sekolah Rehoboth guna mewujudkan Sekolah Aman SHIAGA. 

Pertemuan dengan Danish Energy Management

Tidak seperti biasanya, kali ini rasanya lelah sekali setiba di rumah. namun tak menghalangiku untuk menyampaikan kabar GeMBIRA kepada Iwang, staf KerLiP yang setia menemani putri kecilku di rumah.
Pertama kutunjukkan buku Go Green School yang diterbitkan KEHATI-CCFI hasil program pendampingan bersama multipihak yang kini menjadi sekolah adiwiyata. Kedua buku foto essay yang diterbitkan Bappenas tentang Mewujudkan Lingkungan yang lebih Aman, Sehat, Hijau di SMPN 11 Bandung sebagai bagian dari kegiatan KerLiP di Orde 3 DAS Citarum tepatnya di Citepus. Ketiga buku yang diterbitkan oleh BEC TF WB tentang Sekolah Aman Belajar Nyaman hasil belajar bersama sekolah penerima DAK Pendidikan untuk rehabilitasi yang didampingi Seknas Sekolah Aman dan mitra pasca penerbitan Perka no 4/2012 tentang Pedoman penerapan Sekolah/Madrasah Aman dari bencana. Lalu keempat booklet YES for School. 

Keempat buku tersebut membantu menunjukkan praktik-praktik baik terkait Sekolah Menengah Aman Hemat Energi yang diperlukan saat Fitry mempresentasikan pilihan kegiatan CSR yang mungkin dilaksanakan Danish Energy Management dengan KerLiP di waktu yad. 

Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan atas undangan Made dan Susi, sahabat ITB88 yang kini mengajar di Universitas Bakri Jakarta melengkapi materi sosialisasi KerLiP. Sungguh kehormatan bagi kami menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan berbagai kegiatan yang dapat menjadi LIBRA (Lembar Inspirasi Bagi Ragam Anak).